Rindu

Kupadatkan rinduku di langit
Agar bisa kamu petik dari sana
Karena kita masih di bawah langit yang sama

Kudidihkan rinduku di sungai
Agar bisa dia mengalir
Memandikanmu
Dan memuaskan dahagamu

Kuuapkan rinduku ke udara
Kuminta matahari pinjamkan sinarnya
Dan kuminta angin tiupkan
Agar hangat kamu
Di musim dingin yang menusuk hati

Kutanamkan rinduku ke tanah
Agar tikus mondok membawanya
Ke bawah kakimu
Sehingga kamu tidak pernah sendiri

Sujudku, Tuhan
Penjaga hati yang tidak pernah ingkar janji

@RDS, Little Rock 1/17 menikmati rindu

Winter sky (by Saiful Azhari)

Percakapan di Sebuah Musim Gugur

Selamat pagi, Tikus Mondok
Apa kabarmu pagi ini? Kamu belum kedinginan?

Tikus mondok montok yang sedang berlari, lantas berhenti sejenak
Menengok dan berkata
Segini belum apa-apa, Perempuan. Eh, kamu yang suka melihat-lihat kita dari balik jendela itu ya?

Aku mengerinyatkan dahi
Kamu masih ingat saja
Tikus mondok tersenyum.
Iya, tidak banyak yang suka melihat kami mondar-mandir bermain bersama tupai.
Tapi aku yang harusnya bertanya. Kamu kedinginan tidak?
Musim gugur datang bersama hembusan angin yang menggugurkan daun, juga menusuk tulang
Juga tidak lupa hujan ikut serta, turun, membawa sendu, yang membuatmu kadang merindu

Aku menjawab
Aku masih bertahan. Apa kamu lupa aku ini kekasih musim gugur?

@RDS, 9 Oktober 2010, pada sebuah musim gugur di Washington, DC

Musim gugur telah tiba (by Saiful)