Hidup!

selamat pagi, Matahari
yang tak pernah lelah bersinar
menjaga kehidupan

selamat pagi, Rumput Hijau
yang kembali tumbuh
setelah terbuai dingin musim salju

selamat pagi, Tikus Mondok
yang kembali berlarian bersama tupai
gembira menyambut hangat

selamat pagi, Cinta
yang tidak pernah lekang dimakan waktu
karena seperti merpati,
cinta keras kepala tidak pernah ingkar janji

mereka yang mati sudah selesai
mereka yang hidup adalah pemberani

takut hanya milik kematian
yang terus datang
mengingatkan manusia
agar tidak sombong

berani adalah milik kehidupan
yang memberikan energi
untuk menjadi sebaik-baik manusia

hai Pemberani,
hiduplah. lalu berbahagialah.

@RDS 1 April 2011
new moon, new hope, new life
Bismillah…

Abadi, Cinta

Sudah aku mintakan pada Tuhan
untuk mengabadikan cinta
kerja dua anak manusia
yang bertemu di suatu warung kopi
pada suatu sore

seperti sudah Tuhan abadikan
cinta Muhammad dan Khadijah
yang coba kita teruskan kisahnya
karena tidak akan pernah selesai cintaku kepadamu

3/3/2011 1:30AM
terimakasih Padi
untuk inspirasinya

http://www.youtube.com/watch?v=ITPKSsbJP5A

Rindu

Kupadatkan rinduku di langit
Agar bisa kamu petik dari sana
Karena kita masih di bawah langit yang sama

Kudidihkan rinduku di sungai
Agar bisa dia mengalir
Memandikanmu
Dan memuaskan dahagamu

Kuuapkan rinduku ke udara
Kuminta matahari pinjamkan sinarnya
Dan kuminta angin tiupkan
Agar hangat kamu
Di musim dingin yang menusuk hati

Kutanamkan rinduku ke tanah
Agar tikus mondok membawanya
Ke bawah kakimu
Sehingga kamu tidak pernah sendiri

Sujudku, Tuhan
Penjaga hati yang tidak pernah ingkar janji

@RDS, Little Rock 1/17 menikmati rindu

Winter sky (by Saiful Azhari)

Kita, Keras Kepala

Musim telah berganti
Putih salju mencair
Karena hangat mentari menghendakinya
Ditemani sepoi angin musim semi

Musim telah berganti
Tikus mondok sudah berlarian lagi
Bekejar-kejaran dengan tupai
Ditonton burung-burung
Kegirangan karena Tuhan pun tertawa

Musim telah berganti
Namun,

Bercerita tentangmu
Aku tak pernah bosan
Apalagi ketika ditemani rindu
Yang terekam jelas
Pada entah ke berapa ratus cangkir kopi
tanpa kamu ada di sampingku Continue reading “Kita, Keras Kepala”

Sempurna, Semoga

untuk Saiful Azhari

untuk mencintaimu
mereka harus menjadi aku

karena tidak ada yang bisa tahu
cara sempurna mencintaimu
selain aku

karena tidak ada yang bisa mencintaimu
sekeras kepala cintaku

karena cintaku padamu tidak pernah sederhana
cintaku bukan api yang membara
bukan air yang mengalir
bukan pula angin yang bertiup
dan tidak berbentuk laksana tanah

namun,
cintaku adalah nafas pagi
yang menghembuskan semangat untuk tak pernah berhenti
cintaku adalah sinar mentari
hangat sinarnya namun tidak membakar
cintaku adalah aroma malam
meneduhkan lelah dan memberikan ketenangan
cintaku adalah debur ombak
berkejar-kejar tak kenal waktu
cintaku adalah salju kutub
dingin dan menuju abadi

karena hanya aku yang tahu
bagaimana caranya mencintaimu
dengan sempurna..

c) RDS, Jakarta 050306, 2:40am

Tentang Cinta yang Keras Kepala

Apakah sungguh kamu
cinta yang pernah tidak selesai itu
yang terus menantangku
bekerja keras mencerna setiap detilmu

Apakah memang kamu
mimpi bawah sadar
yang membuatku tidak ingin bangun
dari tidur panjang musim gugur

Apakah benar kamu
yang pernah aku cari
entah di dalam perjalanan hidupku yang mana
ditemani entah ke berapa gelas cangkir kopi

sosokmu terekam sempurna di kepalaku
tawamu terngiang-ngiang di telingaku
baumu menempel di hidung maka aku tidak lupa

tidak lelah menjaga hatimu
karena tidak lelah juga kamu menjaga hatiku
maka, kita akan lulus ujian waktu
yang akan menguji
keras kepalanya cinta itu

Washington, DC 11 November 2010

untuk yang juga punya sebuah cinta keras kepala

Sedikit Kisah Cinta

Pengantin Fesbuk, cover (courtesy of Genis Ginajar)
Pengantin Fesbuk, cover (courtesy of Genis Ginajar)

tulisan ini, karya saya, sudah dipublikasikan di buku karangan Dokter Genis Ginanjar, Pengantin Facebook. Dipublikasikan di blog ini dengan seizin penulis. Silakan kontak Dokter Genis Ginanjar (genislife@yahoo.com), untuk membeli. *promosi

sebuah pengalaman pribadi

Saya itu sempat tidak mau menikah. Sempat takut berkomitmen di bawah payung bernama pernikahan. Sampai saya bertemu suami saya ini.

Saya bertemu dengannya tahun 2005 di Banda Aceh. Ketika itu saya bekerja sekitar satu bulan di Aceh. Awalnya biasa saja. Tapi lama-lama jadi tidak biasa. Begitulah saya bisa menggambarkan bagaimana pertemuan saya dengan suami saya. Di waktu yang singkat, kami sepakat untuk saling mengenal dulu. Kami sempat berhubungan jarak jauh sekitar enam bulan sebelum akhirnya saya bisa mendapatkan kerja dan pindah ke Aceh.

Hampir tiga tahun saya menjalani proses pengenalan. Pacaran mungkin bahasa gaulnya. Untuk saya, penting sekali untuk setidaknya bisa mengenal karakter calon saya itu, walaupun tidak ada standar yang baku berapa lama sebuah pasangan harus saling mengenal sebelum menikah. Tapi buat saya, ini adalah syarat mutlak, karena saya tidak mau memilih kucing dalam karung. Memang mengenal adalah proses seumur hidup sampai mati, tapi setidaknya, saya memulai prosesnya dengan cara-cara yang saya dan dia percaya baik. Continue reading “Sedikit Kisah Cinta”

Tidak Bisa Membeku

Dalam sebuah perjalanan
Aku pernah melihat lautan salju
Lembut dan dingin

Berlomba-lomba jatuh
Memutihi kota
Dinginnya merontokkan dedaunan

Menghalau segarnya bunga-bunga
Menghentikan hijaunya rumput
Membuat licin jalan-jalan

Tanganku tak terasa
Hidungku berair
Kudukku merinding

Dingin itu menjalar
Lewat telinga, lutut,
Dan masuk ke pori-pori kulit

Bahkan coklat panas
Tidak mampu menghalaunya pergi

Tanpa sadar
Aku pun ikut membeku
Seiring dengan mentari yang tak kunjung datang
Senja yang alpa
Dan bulan yang tertidur karena kedinginan

Bisa jadi,
Aku memang rindu sinar matahari
Emasnya senja, dan senyum rembulan

namun,
satu yang pasti,

Dia itu masih saja aku rindu
Sayu matanya
Renyah tawanya
Lembut tatapannya
Hangat candanya

Ternyata,
hangatku
tidak mempan tertembus dingin salju
rinduku,
tidak pergi tertiup angin musim dingin
dan cintaku,
ternyata tidak bisa membeku

Little Rock, 27 Januari 2010 21:33

putih

Merasamu, Tak Kenal Waktu

Aku bisa merasakan
Desahan nafasmu
Mengharu biru
Lewat angin yang bersepoi
Bertiup lewat sela-sela telingaku

Aku bisa merasakan
Hangatnya tubuhmu
Memeluk aku
Lewat hangat matahari
Yang 14 jam sinarnya
menerangi negeri ini
dan lewat bermilyar bintang
Yang tegar menyinari malam Continue reading “Merasamu, Tak Kenal Waktu”